Dinkes Kukar Lakukan Rapid Test 263 Peserta Ijtima Gowa, Hasilnya 21 Orang Reaktif

img

 (Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti)

 

TENGGARONG- Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara telah melakukan Rapid Test terhadap 263 Orang warga Kukar yang merupakan mantan peserta  Ijtima Gowa, Sulawesi Selatan. Dari hasil rapid tes tersebut  21 orang dinyatakan reaktif. 

Kepala Dinas Kesehatan Kukar yang juga Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Martina Yulianti, mengatakan, saat ini ketersediaan Rapid Diagnostik Test (RDT) untuk COVID-19 di Kutai Kartanegara cukup memadai, sehingga Dinas Kesehatan telah melakukan tes cepat terhadap kelompok berisiko tinggi menularkan serta kontak eratnya berdasarkan hasil pemetaan yang telah di buat oleh tim surveilans Dinkes, salah satu kelompok berisiko tinggi ini adalah Pelaku Perjalanan dari acara Ijtima Gowa.

Adapun, Dari 263 orang yang sudah di lakukan tes cepat, terdapat sebanyak 21 orang dengan hasil reaktif dengan rincian 19 orang pelaku perjalanan dan 2 orang anggota keluarga dari 2 orang pelaku perjalanan tersebut.

“Kegiatan tes ini masih berlangsung terus di kecamatan-kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara. Data memang berkembang dinamis di lapangan karena terdapat pelaku perjalanan yang baru sekarang melaporkan dirinya.”ujarnya.

Adapun domisili pelaku perjalanan termasuk dengan kontak eratnya yang hasil testnya ditemukan reaktif berasal dari Kecamatan Muara Badak ada  sebanyak 9 orang, Tenggarong 5 orang, Sanga Sanga 2 orang dan Loa Janan 3 orang serta Loa Kulu 2 orang. Informasi untuk kecamatan lain akan disampaikan setelah semua tes cepat selesai dilaksanakan.

“Saudara-saudara kita ini tidak menunjukkan gejala yang mengarah kepada COVID-19, namun jika nanti hasil swab nya positif maka status nya akan berubah menjadi Terkonfirmasi Positif.” Ucapnya

Kini sebanyak 21 orang tersebut telah dilakukan tindakan karantina di Wisma Atlit Tenggarong Seberang dan juga dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan yang saat ini sudah sampai di Surabaya dan sedang menunggu hasilnya keluar.

Sambil menunggu hal tersebut pihak RSUD AM Parikesit telah berinisiatif untuk melakukan tes cepat dengan menggunakan alat tes lain yang dapat melihat kadar respon tubuh akut atau antibodi terhadap virus secara akut ataupun yang lanjut. 

Hasilnya menunjukan kedua-duanya Reaktif, yang artinya Immunoglobulin M (IgM) dan Immunoglobulin G (IgG) itu reaktif, sehingga masih berlangsung reaksi tubuh untuk melawan virus, karena IgM masih ada. 

“Artinya bahwa virus masih ada di dalam tubuh yang bersangkutan sehingga berpontensi untuk menularkan.” Jelasnya.

Menurutnya, Jika nanti telah ada yang Positif kepada orang lain diluar pelaku perjalanannya sendiri, berarti dapat di simpulkan bahwa pelaku perjalanan telah menularkan kepada kontak eratnya dan jika nanti hasil PCR nya positif maka telah terjadi trasmisi lokal di Kutai Kartanegara. (dra)